Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jelang UNBK Perdana, SMP 1 Wonokerto Lakukan Persiapan

Dibaca 0 kali
Iklan


Pekalongan, (jurnalpemalang.com)-Dalam menghadapi UNBK tahun ajaran 2018, SMP 1 Wonokerto sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari materi yang di UN kan sampai try out.Termasuk simulasi dan gladi bersih pengoperasian komputer di sekolah induk UNBK di SMA 1 Wiradesa.

Selain itu, persiapan spiritual berupa acara istighosah dan salat Duha juga sudah dilakukan.Dalam waktu dekat ini, juga akan diadakan kembali acara istighosah guna menguatkan sikap siswa dalam menghadapi UNBK pada April mendatang.

Kepala SMP 1 Wonokerto, Bambang Sulistiyono, S.Pd.,M.Si
, melalui wakasek Bambang Junaryadi, S,Pd.,M.Pd.,mengatakan, pihaknya melakukan 2 kali simulasi di sekolah induk UNBK di SMA 1 Wiradesa.Selain itu, pihaknya juga menyiapkan anak didiknya untuk mengikuti simulasi di sekolah sendiri meski dengan fasilitas komputer yang terbatas dengan jumlah 15 unit.Dalam UNBK yang kali pertama dilakukan di sekolah tersebut akan diikuti kelas IX sebanyak 166 siswa.

Disinggung terkait anggaran, Bambang Junaryadi mengakui mengalami kerepotan.Untuk kegiatan persiapan UNBK tersebut,  pihaknya menggunakan anggaran melalui dana BOS." Bayangkan, untuk sekali simulasi ke SMA 1 Wiradesa saja hampir Rp.4,9 jutaan " terang Bambang Junaryadi ditemui di kantornya, Rabu (21/3/2018).Pihaknya menyadari bahwa pelaksanaan UNBK sebenarnya memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan UNKP.Hanya saja persiapan yang dilakukan belum maksimal.Sebab, butuh biaya besar untuk bisa melaksanaan UNBK secara mandiri.

Lebih lanjut dikatakan bahwa saat ini pihaknya memiliki 15 unit komputer yang pembeliannya sebagian menggunakan dari dana BOS dan sebagian lagi dari uang infak seluruh siswa sebanyak 473.Kegiatan infak sebesar Rp.1000 yang dilakukan setiap hari, kecuali hari Jumat merupakan usulan dari komite sekolah melalui musyawarah dengan pihak sekolah.

Selain melalui dana bos dan uang infak siswa, penyediaan komputer juga dilakukan dengan cara meminjam komputer dari para guru." Kalau masalah dana, kami sangat kerepotan sekali.Karena kami baru (mengadakan UNBK) pertama kali, akhirnya ya mau tidak mau suka tidak suka ya (pakai dana) BOS.Yang berperankan (dana) BOS,  " tuturnya.

Bambang berharap semoga tahun depan pihaknya dapat melaksanakan UNBK secara mandiri dengan ketersediaan komputer yang lebih lengkap.Apalagi pihaknya sudah memiliki bangunan yang siap digunakan untuk ruang lab komputer.

Adapun ketersediaan komputer untuk UNBK mandiri di sekolahnya dibutuhkan sekira 60 unit.Pihaknya juga berharap agar Dinas Pendidikan Kab.Pekalongan dapat membantu merealisasikannya.Sebab dengan UNBK mandiri jelas akan lebih menghemat biaya.(Urip Mulyanto).

Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »