Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diskominfo Dan BPS Pemalang Paparkan IHK Dan NTP Triwulan III Tahun 2018

Dibaca 0 kali
Iklan

Jurnalpemalang.com, Pemalang - Diskominfo Kabupaten Pemalang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pemalang, Rabu (17/10/2018), paparkan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi dan Nilai Tukar Petani (NTP) Triwulan III Tahun 2018. kepada 50 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Kadin Pemalang, Himpunan Nelayan Indonesia (HNI) Pemalang dan Perguruan tinggi. Paparan disampaikan di salah satu hotel di Pemalang.
Acara dibuka Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang, Drs. Nugroho Budi Raharjo, MM. yang diwakili Kabid Postel dan Statistik, Eko Pitoyo, SE. dan dihadiri Kepala BPS Pemalang, Dra. Prita Rextiana, MM.

Dalam acara tersebut, dipaparkan beberapa materi mengenai IHK/Inflasi yang disampaikan Puji Kurniawan, SSI, sedangkan materi lain yang terkait Nilai Tukar Petani (NTP) disampaikan oleh Milona SST. Sementara Jubaedi, SST. secara makro, menjelaskan seluruh materi IHK/Inflasi dan NTP. Ketiga pemateri/narasumber tersebut semuanya dari BPS Kabupaten Pemalang.
Saat memberikan paparan mengenai IHK/Inflasi, Puji Kurniawan, SSI, menyampaikan, inflasi merupakan salah satu indikator penting, yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang, dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Inflasi, seperti yang disampaikan Puji, merupakan indikator pergerakan antara permintaan dan penawaran di pasar riil juga terkait erat dengan perubahan tingkat suku bunga, produktivitas ekonomi, nilai tukar rupiah dengan valuta asing, indeksasi anggaran dan parameter ekonomi makro lain.
Lebih jauh Puji memaparkan, inflasi sebagian besar (82%) terbentuk oleh mekanisme pasar, yaitu interaksi antara penawaran, dan permintaan, sedangkan 18% administered prices (dikendalikan pemerintah) seperti : BBM, listrik, tarif bus kota, tarif kereta api, tarif parkir dan sebagainya.
Sedangkan tujuan dari pemaparan IHK/Inflasi, seperti yang dijelaskan Puji, bahwa secara umum angka inflasi yang menggambarkan kecenderungan umum, tentang perkembangan harga, dan perubahan nilai, dapat dipakai sebagai informasi dasar untuk pengambilan keputusan.
Puji menambahkan, pada tingkat mikro seperti rumah tangga/masyarakat dapat memanfaatkan angka inflasi, untuk dasar penyesuaian pengeluaran kebutuhan sehari-hari, dengan pendapatan mereka yang relatif tetap. Sedangkan pada tingkat korporat, angka inflasi dapat dipakai untuk perencanaan pembelanjaan, dan kontrak bisnis.
“Sementara dalam lingkup yang lebih luas atau makro, angka inflasi menggambarkan kondisi atau stabilitas moneter dan perekonomian”, kata Puji.
Lebih dari itu, Puji juga menjelaskan, kegunaan IHK/Inflasi yang dapat dimanfaatkan untuk Indeksasi upah, dan tunjangan gaji pegawai (Wage-Indexation), Penyesuaian Nilai Kontrak (Contractual Payment), Eskalasi Nilai Proyek (Project Escalation), Penentuan Target Inflasi (Inflation Targeting), Indeksasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Budget Indexation) Sebagai pembagi PDB, PDRB (GDP Deflator) Sebagai proksi perubahan biaya hidup (proxy of cost of living) Indikator dini tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.
Tidak hanya itu, dalam paparannya, Puji juga menjelaskan, bagaimana solusi atau cara mengatasi inflasi. Dijelaskannya, beberapa diantaranya adalah dengan cara Kebijakan Moneter yang Bersifat Mengurangi Jumlah Uang Beredar, Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran), Mengurangi pengeluaran pemerintah dan sebagainya.
Diakhir paparan, suasana seketika menjadi hangat tatkala dilakukan diskusi antara para pemateri dengan para peserta.(hum/red)

Sumber : Humas Pemkab. Pemalang

Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »