Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Drag Bike Race, Antara Pengembangan Bakat, Dan Keprihatinan Yang Tanpa Bantuan Pemerintah

Dibaca 0 kali
Iklan

Salah seorang starter pembalap even Millenial Road Safety Festival Drag Bike Championship 2019 di Jalan Yos Sudarso Pemalang (3/3).
Pemalang -  Raungan suara mesin motor para peserta even bertema "Millenial Road Safety Festival Drag Bike Race Championship" nampaknya mengalahkan kondisi cuaca yang tak menentu di Kabupaten Pemalang hari ini (3/3). Bagaimana tidak, hujan dan panas yang datang silih berganti serta membasahi sirkuit sepanjang 201 Meter di Jalan Yos Sudarso Kabupaten Pemalang. Puluhan pembalap yang bersiap melaju kencang meraih waktu tercepat di lintasan lurus itu pun  harus pantang menyerah melawan kondisi aspal basa yang bisa dimungkinkan membahayakan diri sendiri dan para penonton. Pembalap pemula dan senior yang datang dari berbagai penjuru di Pulai Jawa ini saling unjuk kemampuan mengendalikan laju kendaraan yang telah disetting sedemikian rupa dan mampu meraih podium 3 besar. Namun, mereka pun harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang terlihat "Cuek" tanpa bisa memberikan bantuan atau menyediakan sirkuit lintasan bagi mereka untuk mengembangkan bakatnya.

Kenyataan "Pahit" inilah yang menjadikan mereka tidak bisa berkutik dalam mengembangkan bakat terpendamnya.

Ditemui dilokasi, ketua Panitia yang juga sebagai ketua FOBM (Federasi Olahraga Balap Motor.red) Kabupaten Pemalang, Rini Subekti, mengungkapkan, jika para pembalap sangat susah dalam mengembangkan bakat terpendamnya di kanca nasional maupun internasional.

"Para starter susah mengembangkan bakatnya dikancah lokal, nasional, maupun internasional," ungkapnya.

Ketika ditanya faktor penyebab kesulitan para starter, Rini, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pemalang harus bisa menyediakan tempat bagi starter kejuaraan Drag Bike, bukan tempat yang tragis dan tidak aman dalam segala faktor.

"Lintasan sirkuit yang ada di Pantai Widuri Pemalang, Kondisinya kurang Safety, mas. Bukan hanya dari kondisi Aspal, tetapi kurangnya tenaga medis yang disiapkan ketika mereka latihan," imbuhnya.

Selain faktor kondisi aspal lintasan sirkuit yang tragis dan kurang adanya tenaga medis, ketiadaan "suntikan dana" bagi para starter juga jadi penghambat kemajuan kariernya.

"Sudah kondisi aspal lintasan sirkuit yang tragis padahal taraf nasional, ditambah lagi PemKab terlihat menutup mata tanpa memberikan suntikan dana. Ya harapannya, bisa dapat suntikan dana," harapnya.

Sementara itu, ditemui saat meninjau kegiatan tersebut, Kapolres Pemalang AKBP. Kristianto Yoga Darmawan, SIK. MH mengatakan, event ini sebagai sarana bagi para starter balap motor Drag Bike untuk mengembangkan bakatnya, termasuk menyalurkan kemampuan mereka untuk melanjutkan di kanca nasional dan internasional, termasuk mengurangi, mencegah, melarang para starter mengikuti kegiatan Balap Liar.

"Event ini terselenggara untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat para starter untuk menuju karier dalam dunia balap yang lebih baik lagi baik itu secara nasional maupun internasional. Dengan demikian bisa mengurangi, mencegah, menanggulangi dan melarang para starter mengikuti kegiatan balap liar," tandasnya yang disampaikan langsung oleh Kasatlantas Polres Pemalang, AKP. Herdiawan Arifiyanto, SIK, MH.(dentang)

Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »