Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Puluhan Peserta Unjuk Gigi Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Bertema Cagar Budaya

Dibaca 0 kali
Iklan

"Realisasikan Pendidikan Karakter Bangsa, Puluhan Peserta Unjuk Gigi Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Bertema Cagar Budaya"

Peserta lomba karya tulis ilmiah bertema cagar budaya di Kabupaten Pemalang, sedang memaparkan hasil karya tulisnya dihadapan para peserta dan dewan juri (25/3)
Pemalang - Tidak ingin para pelajar lupa akan sejarah Kabupaten Pemalang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah bertema Cagar Budaya. Kegiatan yang juga diharapkan agar para siswa tidak hanya sekedar mengenal tokoh tokoh dalam peperangan dengan masa lalu, namun juga sebagai sarana agar para siswa tidak lupa untuk tetap ikut serta menjaga, merawat, melestarikan tempat atau bangunan yang usianya diatas 50 tahun atau dengan kata lain bangunan peninggalan jaman dulu.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Arifin, yang disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Seni Budaya, Akrom, pihaknya tidak ingin para generasi penerus nantinya akan lupa pada saksi bisu perjuangan tumpah darah para Pejuang melawan penjajah di masa lalu. Untuk itulah diadakan karya tulis tersebut sebagai salah satu jalan untuk mengajak generasi penerus bisa ikut memelihara dan melestarikan semua benda yang masuk dalam cagar budaya.

"Prihatin pada generasi millenial yang seakan lupa pada cagar budaya yang jadi saksi tumpah darah perjuangan melawan penjajah. Maka dari itulah kami mengadakan kegiatan ini, , ungkapnya sembari menikmati teh hangat.

Para siswa tidak hanya menulis tentang cagar budaya di Kabupaten Pemalang, mereka juga dituntut dapat menjelaskan atau menjabarkan hasil karyanya itu dihadapan para juri dan peserta lain. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini, juga diharapkan menjadi acuan bagi Pemerintah dalam menjaga, merawat, melndungi, hingga melestarikan semua cagar budaya.

"Tidak cuma nulis tentang cagar budaya, mereka juga harus memaparkan karyanya. Harapanya dapat menjadi acuan semua unsur untuk tetap melestarikannya," pungkasnya. (Dentang)




Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »