Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Secercah Harapan Untuk Pemimpin Bangsa, Diutarakan Oleh Penjual Bunga Setaman..

Dibaca 0 kali
Iklan

Nur (39), ketika menyiapkan bunga yang di beli konsumen (28/1)
Pemalang - Pasang surut kondisi iklim di Dunia ini, tampaknya juga berpengaruh pada penjualan bunga setaman. Bunga setaman yang tidak hanya muncul di saat suasana kedukaan, bunga setaman juga digunakan untuk sesaji hingga saat mengunjungi pusara keluarga yang telah pergi mendahului.

Namun, bagaimana jika kondisi alam terlihat tidak "kompak" dengan para pedagang bunga setaman? Belum lagi harga dari petani hingga penyetor bunga ke pedagang yang makin mencekik?

Hal inilah yang kami temui di teras Pasar Pagi Kabupaten Pemalang (28/1).
Mahalnya harga hingga langkanya bunga setaman, tampak jadi penghambat para pedagang bunga. Belum lagi bunga yang jadi kebutuhan utama dalam rangkaian bunga setaman. Bunga Kantil (Bunga Cempaka.red), Bunga Kenanga, Bunga Mawar, termasuk Bunga Melati pun lebih sering susah didapatkan ketika belum musim berbunga.

Ditemui di tempat jualannya, Nur (39), mengatakan, bunga dari pengepul dan petani terkadang harganya tidak tentu, sehingga dia pun harus menaikan harga paket bunga setaman.

"Saya naikan harga paketan bunga setaman., yang biasanya sepaket harganya 5000, sekarang 10.000., itu juga karena harga dari sananya (petani, pengepul.red),"  ungkapnya.

Ketika ditanya harga bunga setaman ditengah tahun politik seperti saat ini, Nur, menambahkan, tahun politik sama sekali tidak mempengaruhi harga dan para konsumen.

"Konsumen dan harga kulakan, tidak terpengaruh oleh tahun politik. Justru pengaruhnya pada musim saja, mas," imbuhnya.

Nur yang sejak duduk di bangku sekolah dasar dan hingga memiliki 4 buah hati ini, tampak "Ngelus Dada". Ketika Pemerintah Kabupaten Pemalang terkesan tidak membantu para pedagang bunga setaman, terlebih dalam hal tambahan modal usaha.

Selama ini belum ada bantuan baik itu dari Pemerintah Pemalang, Pemerintah Provinsi, atau bahkan Pemerintah Pusat,"  tandasnya.

Bunga setaman yang sering dikaitkan dengan hal mistis, tampak menjadi "tambahan rejeki" bagi para pedagang yang menyediakan bunga untuk sesaji dan juga prosesi "Mandi Kembang" bagi wanita yang hendak melepas masa lajangnya (menikah.red).

"Tak hanya mengandalkan menjajakan bunga untuk ziarah kubur., saya juga menyediakan bunga keperluan sesaji hingga keperluan mandi kembang,"  jelasnya.

Memungkasi obrolan santai kami, Nur berharap pada pemerintah untuk dapat memberikan suntikan dana sebagai modal dagang bunga setaman.

"Saya berharap dapat suntikan dana dari pemerintah untuk tambahan modal dagang, mas,"  pungkasnya.(Dentang)

Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »