Kabar Terkini

Iklan

Iklan

Pendidikan

Ekonomi

Subscribe Here

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ekonomi Lemah, Bukan Jadi Penghalang Bagi Kyai Hasim dan Sholahudin Untuk Dirikan Pesantren

Dibaca 0 kali
Iklan

Pemalang - Berawal dari cita citanya yang sudah lama Hasim yang akrab di panggil Kyai Hasim seorang Penambang pasir di sungai Moga dan Sholehudin penjual kaos kaki keliling,  sudah lima bulan yang lalu  keduanya  berhasil medirikan pondok pesantren A Karomah, yang terletak di tepi sungai Moga,  Desa Moga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Kyai Hasim pendiri pondok Al Karomah saat ditemui di podok pesantren Minggu (31/3/2019),  menuturkan berawal dari keinginannya untuk medirikan Pondok Pesantren di lahan miliknya, yang secara kebetulan dirinya mendapat bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni ) dari pemerintah sebesar Rp. 15 juta guna memperbaiki rumahnya, kemudian atas inisiatifnya dan juga sholahudin, batuan tersebut  dan uang dari hasil menambang pasir yang ia sisihkan serta uang dari hasil jualan kaos kaki keliling sholahudin,  yang sebagian disisikan, digunakan sebagai modal awal untuk membangun pondok pesantren Ak Karomah. Akhirnya alhamdullih bisa berdiri walaupun masih banyak kekuranganya dalam pembangunan dan infrastrukturnya.tuturnya.

Dirinya bersyukur keseharianya menyisihkan hasil dari menambang pasir, "Bisa membuahkan hasil dengan membangun pondok pesantren dan mengratiskan anak yatim yang mondok di tempat tersebut," ungkapnya

Sedangkan Sholeh pedagang kaos kaki keliling yang ikut bersama membangun podok tersebut saat dimintai keterangan  menyatakan  alhamdullillah dengan menyisikan sebagian penghasilan dari jualan kaoskaki keliling yang saya kumpulkan selama ini guna ikut mewujudkan keinginan," Membangun pesantren bersama dengan kyai Hasim, " tuturnya saat di temui di rumahnya

Masih menurut Sholehudin pondok pesantren Al karomah sekarang sudah memiliki 30 santri baik dari daerah sekitar maupun dari luar daerah yang berdatangan. Bahkan ada yang dari Jakarta.(solihin kohar)


Iklan
Berikutnya
« Prev Post
Artikel Sebelumnya
Next Post »